Jumat, 25 Januari 2013

AKHIR SEBUAH PENANTIAN

Karya: Wardhina Ayu Wakhidatun

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu. 
Sulit ku terima semua keputusan itu. 
Yang kini hilang tersapu angin senja. 
Masih sulit pula untuk ku lupakan. 
Suram dan seram jika ku ingat kembali. 
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu, 
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”

Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.

“Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”

“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”

“Ya telat dikit kan gakpapa”.

Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.
***

Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.

“Heyhey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku.

“Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!”

“Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?”

“Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”

“Yaya, Cuma bercanda kok”

Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.

“Daa, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi.

“Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin”

“Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi.

“Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?”

“Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain”

Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, jarak rumah deket.

“Ciiye Idaa” goda Layla

“Ada apa sih?” tanyaku penasaran.

“Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.”

“Ha? Siapa dia? Namanya siapa?”

“Dia Tyo, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”

Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memfikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Tyo, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
***

Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Tyo, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Tyo, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.

Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.

Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah pecaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak padanya.

Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Tyo mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku ini.
***

Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku.

Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe. Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut. 

“Nich surat dari Tyo!” kata Imma sambil memberikan surat dari Tyo.

“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?”

“Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.”

“Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia”

Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya. Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi.

“Ada apa sih, Yuk?” Tanya Ega.

“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata

“Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?”

“Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?”

“Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang”

“Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku

“Iya sama-sama”
***

Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis. 

Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita. 

*THE END*


Read more: http://cerpen.gen22.net/2012/09/cerpen-cinta-remaja-akhir-sebuah.html#ixzz2J2euQsjv

My Love story



  Berawal dari sebuah kegiatan camp yang dilaksanakan sekitar dua yang tahun lalu.
Saya bertemu dengan seorang wanita yang membuat saya, jatuh cinta pada pandangan pertama.
  Dia adalah wanita yang cantik,pintar,baik dan..yahh,, perfectlah untuk pandangan saya.
Di saat camp saya bertemu dengan dia di hari kedua, pada hari itu di camp diadakan outbond. Pada saat itu posisi wanita itu adalah panitia dan saya hanyalah seorang peserta, di outbond tersebut dia menjadi penjaga di sebuah pos yang akan kami lewati,dan di pos itu tugasnya si wanita ini adalah memberikan
pertanyaan yang haus kami jawab,kalu tidak kami harus menanggung hukuman. pertanyaanpun dia berikan pada setiap  orang yang ada di kelompok saya, dan, tiba saatnya giliran saya untuk mendapatkan pertanyaan. Tak tau mengapa
di saat itu saya merasa sangat bete' dan wakttu itu saya menjadi rese'. Ketika wanita itu memberi pertanyaan kepada saya, saya tidak menjawab... di ulangi lagi dia menanyakan pertanyaan yg sama,dan tetap saya tidak menjawab, yah...konsekuensinya adalah saya harus mendapat hukuman. disaat aku dihukum dia memberikan saya pertanyaan lagi
tapi dengan nada yang lebih lembut,jujur saja waktu itu saya luluh,dan dgn bantuan teman2 sekelompok saya mulai menjawab pertanyaan yang dia berikan.Di saat itulah aku mulai merasakan suatu hal yang berbeda kepada wanita itu.. yah.. aku jatuh cinta kepadanya. Tidak berselang lama,dengan bantuan teman, dua hari setelah camp itu saya langsung menyatakan perasaanku pada wanita itu.. namun saya tidak mengharapkan jawaban dari dia karna waktu itu saya hanya sekedar mengungkapkan saja :).
  Tapi yang membuat saya sangat senang dia merespon semua itu dengan senyumnya yang manis dang sangat khas dari dia.
  Waktupun berlalu aku dan dia menjadi akrab walaupun saya tidak pernah jalan dengan dia,karna kesibukan yang ada.
  Setiap malam saya selalu menelpon dia untuk menyakan kabarnya,apa yang dia lakukan sepanjang hari dan sayapun sesekaili curhat sama dia, respon dari dia sangat baik. saya menjadi sangat senang karna responnya itu. Tetapi suatu saat dia curhat tentang sebuah komitmen yang telah dia buat dengan mamanya, yaitu selama dia bersekolah di di luar kota (di kota saya) dia tidak akan pacaran.. Mendangar komitmen yang telah dia buat itu,rasa kagum saya ke dia menjadi lebih besar..Karena waktu itu adalah tahun kedua dia bersekolah di luar kota (kota saya) yang pasti sudah banyak laki2 yang pernah menyatakan rasa cinta mereka ke dia dan yang pasti dia selalu menolak cinta mereka tentu saja karna komitmen itu..
  Karena saya sudah mengetahui komitmen yang sedang dia jalani,saya mulai menjaga jarak dengan dia dengan menanamkan prisip suatu hari kelak kdia akan menjadi milikku,..:) kita mejalani semua sperti biasa,karna kebetulan aku dan dia satu tim dalam sebuah organisasi. Tapi tetap saja ada teman-teman yang suka' ngejek aku sama dia.. Setiap kali aku dekat dengan dia walaupun statusnya gak lebih dari teman saya selalu merasakan senang,bahagia,yahh..pokoknya enak bangetlah klu lagi dekat
sama dia..
  Beberapa bulan berlalu rasa yang saya rasakan pada saat pertamakali bertemu dengan dia masih sama dengan saat ini, tak tau
kenapa baru saat ini aku merasakan rasa cinta kepada seorang wanita begitu besar.
  Aku dan dia kehilangan kontak ketika aku dan dia mulai sibuk dengan dengan ujian sekolah,dan kesibukan dia juga di organisasi
sekolah yang di mana dia punya tanggung jawab yang besar di didalamnya. Aku dan dia jadi jarang telfonan sepeti biasa,jarang sms-an
aku juga udah jarang ikut kegiatan organisasi. Namun rasa cintaku ke dia tetap ada,ku coba menunggu dia sampai komitmennya selesai.
  Dua Tahun berlalu,aku dan dia sudah seperti teman biasa saja,karna itu juga yang saya inginkan karana komitmennya itu, walaupun sering
kali saya menjadi salah tingkah jika dekat dia. Dan di saat saya mulai aktif di organisasi,anggota kami bertambah 2 orang mereka bukan asli orang dari kota kami tapi karna kuliah mereka tinggal di kota kami. Awalnya biasa saja,tapi lame kelaan mulai kelihatan bahwa salah satu dari teman kita yang baru itu suka sama wanita yang aku suka' itu..awalnya sih saya berprinsip "Gak apa-apa dia pasti masih belum mau menerima tu cowo' karena komitmennya masih belum berakhir". Lama-kelamaan si cowok yang baru ini mulai menunjukan rasa cintanya pada wanita itu, Jujur saya merasa sangat
tersaingi..Tapi saya tidak bisa berbuat apa2,Karna aku masih lebih banyak kurangnya dari pada lebihnya. Sih cowok baru ini mati2an untuk dapatin cintanya wanita yang saya suka itu. Dia ngajak wanita itu nonton,dia belikan boneka,yang pasti yang saya tau untuk dapatin cinta dari cewe' yang saya suka itu cowo' baru ini boros2an luar biasa.. Tapi tindakan yang paling berani yang di lakukan cowo' ini yang saya harus akui adalah cowok ini,langsung menghadap mama dari wanita ini untuk mendapatkan perstujuan untuk mereka pacaran.. dan alhasil..sekarang mereka sudah jadian.. Aku tau awalnya cewek yg saya suka ini gak mau sama cowok itu, tapi mungkin..ada hal yang membuat dia melakukan itu semua,
  Awalnya saya sangat kecewa dengan keputusan wanita yang ku cinta itu,,namun,, satu hal yang saya pegang yaitu "Aku akan sangat bahagia di saat aku melihat orang yang aku sayang itu juga bahagia,walaupun dia bahagianya dengan orang lain". Aku sebenarnya selalu menjadikanmu inspirasi  dalam hidup ini, kau adalah salah satu orang yang hebat yang pernah kutemui dlm hidup ini,,aku sangat salut dengan apa yang telah kau capai. Kau
Hebat..
  Dan sampai saat inipun Aku masih sangat mencintaimu,sampai kapanpun kau tatap bidadari yang jatuh di hatiku...:)

Hello..

Dalam posting2 yang akan saya bagikan di Blog ini mungkin akan selalu bersangkutan dgn suasana hati saya. Mungkin postingan  yg akan saya taru di Blog ini berupa tulisan,gambar ataupun video.. :) Dan kiranya dari apa yang saya alami dlm keseharian saya dan saya post di Blog ini bisa menjadi pelajan bagi yang membaca... thank's :)